ADVENTURE BRING LOVE
Karya : Dewi Fajrhia Us
Pagi yang cerah dan pagi yang membawa keindahan kar’na, pagi ini aku pergi bersama sahabat-sahabatku. Aku Latisya Ferarri, seorang mahasiswi yang mengambil jurusan pemotretan di Universitas Swasta di Jakarta.
Hari ini aku dan teman-teman se-fakultas pemotretan akan berpetualang dengan mengambil objek pemotretan di sebuah taman wisata di luar kota. Aku senang karena aku akan berpetualangan bersama semua teman-temanku, termasuk orang yang aku sukai sejak semester 1 di pemotretan yaitu Raka Saputra. Entah mengapa aku suka kepadanya. Menurutku dia cowok yang paling beda dari siapapun cowok yang ada di dunia ini.
Tiba di kampus, aku langsung berkumpul di depan bus bersama teman-teman ku. Sahabatku Tasya sudah menungguku sejak tadi. Seperti biasa aku adalah anak yang ceroboh dan selalu datang terlambat.
“Tasyaaaaaaaaaa.” teriakku dari belakang.
“Hmm, selalu terlambat. Untung gak ditinggal sama bus loh sya. Haha.”ejek tasya.
“Kampret lo. Liat nih, gue udah bawa alat-alat buat kita camping disana. ”kataku
”Ya ampun bawaan lo banyak banget Latisya.. Gila kali lo haha.”jawab Tasya.
”Ah udah biarin aja. Eh iya, nanti di bus gue duduk sama lo ya?”kataku.
”Eh gak bisa, nanti tuh duduknya sesuai kelompok. Jadi kata bu Nana kita dibagi beberapa kelompok. Dan 1 kelompok itu ada 2 orang.”kata tasya.
”What? What do you say? Are you serious? Omg!! Gue nanti sama siapa?”tanyaku.
”I don’t know.”jawab Tasya. Aku panic karna bu Nana membagi-bagi kelompok. Aku deg-degan. Aku takut aku tidak dapat pasangan yang baik L.
***
“Baik, sekarang yang ibu panggil langsung naik kedalam bus dan duduk nya sesuai kelompok. Now first group is Tasya Siregar, Fahmi Putra, and Saina mariana. The second group is Divana Ramadhani, Latisya Ferrari, dan Raka Saputra.”kata bu Nana.
Aku shock mendengar kalo aku sekelompok dengan Raka. Deg-degan rasanya. Aku juga kaget kar’na sekelompok dengan Divana. Aku malas dengan Divana kar’na Divana cewek paling nyebelin sejurusan pemotretan, dan cewek paling kamseupay kar’na dia suka ngejar-ngejar Raka. Aku bete, males kar’na sebangku dan sekelompok bareng Divana.
Saat di bus, aku duduk di baris nomor 4. Sahabatku Tasya duduk di baris 3. Aku mulai masuk bus, dan aku melihat Raka membawa gitar kesayangannya. Aku tersenyum kar’na melihat Raka ganteng banget. Aku masuk ke bus.
“Eh latisya, gue mau duduk deket Raka. Jadi elo dipojok, dan gue di tengah oke!”kata Divana.
“Ye suka-suka gue dong. Mau gue duduk dimana aja masalah apa buat lo?!”jawabku.
“Gabisa pokoknya gue harus duduk deket Raka titik!”bentak divana.
Aku melihat Divana sinis. Ingin rasanya melakban mulut Divana. Tiba-tiba raka datang, jantungku langsung deg-degan.
“Ngapain masih berdiri? Ayo duduk.”kata Raka.
“i..i..iyaa, duduk aja duluan”kataku gugup.
Aku duduk dipinggir, Divana di pojok dan Raka di tengah. Bus kami menempuh jalan selama 4-5 jam. Saat aku menengok ke arah Raka, ia ternyata sedang tidur. Ia ganteng banget pas lagi tidur. Aku melihat Divana yang juga sedang tidur. Karena aku bosan, akhirnya aku dengerin mp3 sampai tidur.
***
Aku tertidur sangat pulas, sampai aku tidak menyadari kalau kami sudah sampai di tempat tujuan.
“Bangun Sya, bangun.”Raka membangunkanku.
“Aaaaaa udah sampe? Cepet banget?”kataku.
“Lo tidur dari tadi, nyenyak banget.”kata Raka.
“hehe. Abis tadi gue ketiduran ngeliat lo sama Vina nyenyak banget tidurnya.”kataku
Raka tersenyum, aku serasa ingin pingsan. Aku dan teman-teman sampai di tempat tujuan. Saat aku turun dari bus, terlihat pemandangan yang sangat indah dan udaranya yang sejuk tidak seperti di Jakarta.
“Wow keren!!”kataku.
“Norak banget si lo jadi orang. Makanya kalo pergi jangan ke mall terus!”sindir Divana. “Seterah gue dong. Gue mau norak kek mau enggak, emang urusan lo?!”jawabku.
Pembagian tenda pun di mulai, untunglah aku satu tenda dengan Tasya. Saat sedang membangun tenda, aku dan tasya kesusahan.
“Perlu bantuan?”tanya seseorang
“Iya.”jawabku singkat.
Saat aku menengok ke belakang ternyata yang membantuku adalah Yoga. Yoga orangnya baik dan lumayan ganteng, tapi aku hanya menganggap Yoga sekedar teman tak lebih dari teman.
“Udah nih, apa barang-barangnya mau gue sekalian masukin?””tanya Yoga.
“Gak usah Ga, biar gue sama Tasya aja yang masukin. Thank’s ya?”kataku
“Urwell”jawabnya. Semua sudah beres, aku dan teman2 diberi istirahat selama 1 jam.
***
Satu jam berlalu, semua mahasiswa/i dikumpulkan di pendopo, dan diberi pengarahan. Aku memegang kamera sambil memotret teman-teman, dan aku melihat Raka duduk di paling belakang bersama Yoga dan Fahmi. Aku langsung memotretnya untuk kucetak.
“Baik, sekarang kalian berkumpul dengan kelompok kalian.”kata bu Nana.
“Baik bu!”jawab semua.
“Untuk kelompok Divana, Raka, dan Latisya, kalian memotret pemandangan dan hewan-hewan yang ada di sekitar sungai dengan jumlah potretan minimal 50, dan untuk kelompok lain minimal 40!”kata bu Nana.
“Bu, kenapa kelompok saya minimalnya 50? yang lain aja cuma 40?” tanya Vana.
“Karna kelompok kamu ada Latisya dan Raka yang jago memilih objek.”jawab bu Nana.
“Jangan lupa kalian harus balik ke pendodpo sekitar pukul 17.00, mengerti?!”kata bu Nana. “Mengerti bu.”jawab kami.
Disaat aku sedang memotret, aku melihat anak kecil yang sedang main air di sungai.
“Hmm, Raka, Divana, kalian mau gak kita turun ke sungai? Kita ambil objek di sungai itu. Mumpung ada anak-anak kecil yang lagi main air.”tanyaku.
“Hmm, males ah gue. Gak level gabung bareng anak-anak kampung kaya gitu ihhhh.”jawab divana.
“Udah kita ke bawah sekarang”tiba-tiba Raka bicara.
“Beneran nih kita ke sungai? Asikkk bisa main air gue.”jawabku senang.
”Raka kok kamu gitu sih? Aku kan jijik ke bawah. Mana anak-anaknya item kampungan iyuhhh.”kata davina.
”Manja banget sih lo!”jawab Raka sinis.
Aku dan Raka langsung memotret .“Raka boleh minta tolong gak?”pintaku.
”Boleh, lo mau minta tolong apa?”jawabnya.
”Fotoin gue sama anak-anak ini.”kataku.
”Oke. Lo panggil dulu anak-anaknya.”kata Raka.
“Ade ade, sini, sini buruan kakak mau minta tolong.”teriakku.
”Kita semua ka?”tanya anak-anak tersebut.
“Iya semuanya”jawabku. Anak-anak itu menuju ke aku dan Raka. Divana yang masih ada di atas melihatku sinis dan langsung turun ke sungai.
“Sini deket kakak, kakak mau foto bareng kalian, boleh kan?”tanyaku.
”Boleh kak.”jawab adik-adik.
Saat Raka sedang memotret, aku sangat senang sekali kar’na bisa melihat Raka yang sangat tampan. Raka tersenyum-senyum sendiri entah melihat apa. “Udah sya.”Kata Raka.
”Iya,thank’s ya J”jawabku. Raka hanya tersenyum.
“Adek-adek makasih ya udah mau foto sama kakak, maaf kalo udah ganggu main kalian . Ini kakak punya permen, pas permen kakak ada 10. Bagi-bagi ya makannyaJ.”Kataku,
”Iya kak,makasih ya kak.”jawab anak-anak itu.
***
Setelah selesai dari sungai, aku meminta Raka mempotret aku melalui kameraku.
“Raka,tolongin fotoin gue dong di deket jembatan itu.”pintaku.
“Iya”jawab Raka. Saat aku sedang dipotret tiba-tiba Divana datang.
“Raka, Tisya, ayo buruan kesini.. Udah jam 5, kita harus balik ke pendopo.”Divana teriak.
“Oh iya ya, udah jam 5. Ayo, sya turun”kata Raka. Aku hanya tersenyum. Saat perjalanan menuju pendopo, aku tidak sengaja kepleset.
“AWWWW!!!”teriak aku.
“Lo kenapa sya?”Tanya Raka.
“Aduh sakit banget kaki gue, susah jalannyaL”,jawabku.
“Yaudah sini gue gendong lo.”Raka menjawab.
“Tapii…..”jawabku terbata-bata.
“Udah buruan naik ke punggung gue. Vin bantuin Tisya berdiri”kata Raka. Aku pun di gendong oleh Raka. Aku deg-degan dan badan ku tiba-tiba lemas kar’na aku di gendong Raka.
Pukul 18.05 aku, Raka dan Divana tiba di pendopo. Semua mahasiswa/i panik terutama Yoga. Yoga langsung mendatangi aku dan mencium keningku. Aku risih kar’na sikap Yoga dan aku takut Raka mengira aku pacaran dengan Yoga.
“Lo enggak apapa kan sya? Gue khawatir banget sama lo.”Yoga berkata.
“Enggak, gue gak apapa. Tadi di hutan gue udah ditolong sama Raka, makasih ya Raka.J” kataku.
“Iya samasama. Yaudah lo istirahat dulu sana.”kata Raka. Aku pun istirahat, dan hari pun menjelang pagi.
***
Aku melihat pendopo sangat ramai. Dan saat aku menghampiri pendopo itu, aku melihat ada wanita cantik yang sekiranya sepantaran aku. Lalu, aku bertanya kepada teman-teman dan mereka mengatakan bahwa itu adalah tunangan Raka.
Aku sedih kar’na itu. Aku lari ke belakang tenda dan menangis, tapi ku dengar ada suara kaki yang menghampiri aku.
“Lo nangis?”tanya orang itu.
“Yoga??”jawabku kaget.
“Lo sedih karna Raka udah punya tunangan ya?”tanya Yoga.
“Iya, gue kira Raka suka sama gue ga.”jawabku sedih.
“Raka gak suka sama lo. Raka itu udah punya tunangan. Dia emang baik sama lo, kar’na lo itu mirip adiknya Raka yang udah meninggal.”kata Yoga.
Aku hanya bisa menangis dan menangis. Tiba-tiba Yoga mengatakan sesuatu yang tidak kusangka dia akan mengatakannya.
“Latisya, sebenernya…”kata Yoga.
“Sebenernya kenapa?”jawabku.
“Sebenernya gue udah suka sama lo sejak kita SMA, tapi gue gak berani ngomongnya.”kata Yoga.
“Selama itu lo suka sama gue? Lo kenapa gak ngomong itu dari dulu?”kataku.
“Maaf, gue gak berani ngomong itu sama lo. Gue takut lo gak suka sama gue. Sekarang lo mau gak jadi pacar gue?”tanya Yoga.
“hmmm gimana yaaaa??? Iya iya gue mau jadi pacar lo kok J”
Yoga loncat-loncat dan memelukku. Aku senang kar’na di petualangan ini aku mendapatkan cintaku.
Link download dokumen asli : ADVENTURE BRING LOVE

No comments:
Post a Comment