Breaking News
recent

Cerpen - HIDAYAH

Cerpen - HIDAYAH
HIDAYAH
Karya : Hersa
Akhsan pergi ke Jakarta untuk mendaftar sekolah di SMA N 28 Jakarta ia di bawa oleh pamanya untuk melanjutkan sekolah di sana Akhsan memang berasal dari desa ia terkenal pintar,cerdik,sopan santun,mudah bergaul,baik hati.Saat Akhsan akan mendaftar di SMA Akhsan beremu dengan orang yang tak di kenal orang itu menghampiri Akhsan dan bertanya
”hai bro apakah kamu juga akan mendaftar di sini?”Akhsan menjawab
”iya bro aku akan mendaftar di sini memang kenapa? Kalo boleh tau siapa namamu? Aku Akhsan ”lalu orang itu menjawab
”aku Rio senang bertemu denganmu.”
Lalu merka berdua menjadi teman yang sangat akrab,mereka langsung mendaftar di SMA tersebut,lalu keduanaya di terima di SMA tersebut.Akhsan dan Rio berada di kelas X-B,suatu hari saat Akhsan akan pergi ke sekolahan dengan jalan kaki ia melihat sebuah dompet entah milik siapa,kemudian Akhsan mengambilnya dan segera melaporkan ke pihak sekolah saat di perjalanan ia bertemu dengan Rio yang sedang mondar-mandir entah mencari apa.
”eh kamu kenapa mondar-mandir begini?” Tanya Akhsan.
”dompet ku ilang san tadi ada di saku tapi sekarang entah dimana.”jawab Rio.
”maksud kamu dompet yang ini?”(sambil menunjukan dompetnya) jawab Akhsan,
”iya ini dompetku kamu nemu dimana san?”Tanya Rio
“aku tadi nemu di jalan ada dompet niatnya mau tek kasih pihak sekolah eeehh ternyata ini milikmu yaudah kebeneran kita ketemu di sini,ni dompetnya”(sambil menyerahkan dompetnya) jawab Akhsan
“makasih banget ya san udah nemuin dompet aku aku berhutang budi padamu san ni buat kamu(menyerahkan uang Rp10.000 kepada Akhsan)” jawab Rio
“aduuh ga usah deh lagian aku ikhlas kok ga minta imbalan,lebih baik buat yang bermanfaat aja kan lebih baik?” jawab Akhsan
“yaudah sekali lagi makasih ya san kamu udah nolong aku” kata Rio
“iya sama-sama Rio lain kali hati-hati jangan ceroboh”kata Akhsan
“iya san” jawab rio.
Kemudian mereka berangkat bersama menuju ke sekolahan sesampainnya di pintu gerbang Rio di panggil oleh temanya yang bernama Yono .
“san aku cabut dulu ya? Tanya Rio
“iya ati-ati” jawab Akhsan.
kemudian Rio langsung menghampiri Yono.
“ada apa yon? Kayanya penting amat” Tanya Rio
“itu yang namanya Akhsan?” Tanya Yono
“iya memang kenapa?” Tanya kembali Rio
“ooohh jadi itu yang nmanya Akhsan,pantas saja Rina suka padanya” jawab Yono “haaah kamu suka apa sama Rina? Tanya Rio
“iya memang kenapa?aku udah suka dari pas pertama itu ketemu dia” jawab Yono,
“oooh jadi gitu yaaa?”jawab Rio
“iya lagian kamu juga sekelas kan sama Akhsan dan juga Rina? Tolong awasi dia kalo macem-macem bilang sama aku okee?” kata Yono dengan penuh serius
“ya ellah Akhsan tu temen baik aku yon wajar kan jika namanya memang ada ketertarikan jenis antar sesama lawan? cemburu si memang iya.. tapi ya positive thingking aja lah yon.” Jawab Rio
“terserah kamu aja lah.” Yono menjawab dengan penuh.
kesal bel berbunyi kemudian mereka kembali ke kelas masing-masing.Saat istirahat Akhsan dan Rio sedang berda di kantin untuk jajan,sesudah itu Akhsan segera pergi menuju kelas terebih dahulu karena ada urusan yang belum di selesaikan di kelas,kemudian datanglah Yono dan Markus menghampiri Rio.
“eh bro malem ini aku ada uang buat nanti malam kamu mau ikut? Tanya Markus pada Rio
“haduuhh itu lagi,aku kagak lahh mending rokoknya dari pada itu bro.” jawab Rio
“ ya ellah Cuma nyoba dikit apa salahnya? Masa gitu aja ga berani? Ketinggalan jaman kamu Rio hahahahah”(Yono&Markus menertawakan Rio)
Rio terlihat sangat kesal dan wajahnya memerah “ oke kalo gitu mau berapa liter emang? “ Tanya Rio dengan tegas
“ gampang lah ntar malem di jalan biasa itu tempat kita tongkrongan..” jawab Markus.
Bel berbunyi kemudian mereka kembali ke kelas masing-masing,tidak seperti biasanya bila Rio sedang ada masalah pasti langsung menceritakannya dengan Akhsan tetapi sekarang tidak Rio justru menyimpan rencana itu agar Akhsan tidak tau apa yang sebenarnya ia perbuat,malam pun tibs Yono,Markus,Rio berkumpul di jalan yang biasa mereka tempati untuk tongkrongan.
“eh yon kamu yang beli aja lah aku sama Rio tunggu di sini” kata Markus
“pake motormu ya aku mau matorku kaga ada bensin” jawab Yono,
”iya ni pake motor ku(sambil memberikan kunci motornya)  jawab Markus
“yaudah aku cabut dulu “
kemudian Yono pergi membeli minum-minuman keras mereka ber 2 memang sering melakukan seperti ini setiap malam minggu terkecuali Rio dia memang belum pernah minum bersama Yono dan Markusbaru pertama kali ini Rio mencoba seperti itu sebenarnya Rio uga memiliki sifat buruk dia hanya ber pura-pura baik di hadapan Akhsan.Setelah itu mereka ber 3 minum jalan yang biasa mereka tempati untuk tongkrongan mereka minum-minuman sampai tak sadarkan diri memang taka da siapapun di situ polisi bulum mengetahui di tempat ini memang sering buat minum-minuman pagi telah tiba mareka ber 3 menginap di rumah Yono,dari awal memang Yono sudah mempunyai rencana untuk memanfaatkan Rio agar bermusuhan dengan Akhsan suatu ketika saat di sekolahan Yono megambil dompet Rio memang kelas Rio sedang pelajaran olahraga Yono dan Markus masuk ke kelas Rio untuk menaruh dompet Rio ke tas Akhsan mereka pun berhasil,saat Rio kembali langsung bergegas untuk ganti baju,Rio kaget kembali dan mencari dompetnya yang lagi ilang sudah mencarinya ke sana kemai tapi tak ketemu juga lalu mencoba meogoh tas Akhsan,Rio kaget ternyata dompetnya berada di tas Akhsan saat Akhsaan kembali Rio langsung marah tak seperti biasanya dengan akal-akalan Yono dan Markus Rio menjadi emosian,egois,dsb.Lalu Rio langsung betanya dengan nada keas dengan Akhsan.
”rupanya kamu ya yang ngambil dompet aku jadi gitu ya!!!!’’ kata Rio dengan nada yang sangat marah,
”aku ngga tau apa-apa Rio sumpah”
kemudian Akhsan di pukul oleh Rio tetapi Akhsan tak membalasnya karena ia tau tak besalah teman-temanya pun langsung menghentikan Rio yang kelewat batas semenjak itu Rio langsung memusuhi Akhsan tetapi Akhsan tidak seperti itu dia tetap tidak memusuhi dan tetap sabar,seiirng dengan bejalanya waktu Akhsan sering sekali di gosipi oleh Yono,Markus,dan Rio mereka sering mengatakan bahwa Akhsan sering minum-minuman,merokok dan main perempuan Akhsan tetap tegar menerimanya dan selalu sabar dan Akhsan pun selalu menasehati Rio agar tidak berbuat seperti itu terus karena tidak baik tetapi Rio selalu mengacuhkan semua,pada suati hari mereka seperti biasa kumpul di jalan seprti biasa untuk minum,saat mereka sedang minum tiba-tiba dating mobil polisi sedang berpatroli polisi itu melihat mereka ber 3 sedang minum-minuman polisi langsung sergap menangkap mereka,Rio berhasil melarikan diri.Selepas kejadian itu pula Rio sadar akan apa yang telah di perbuat itu adalah kesalahan Rio telah memukul Akhsan,dan menghinanya pada saat itu pula Rio mendatangi rumah Akhsan. Tok,tok,tok. .(sambil mengetuk pintu)
“assalamu’alaikum…..
”kemudian Akhsan membukanya ‘wa’alaikum sallam”
Akhsan sempat kaget bahwa Rio yang dating ke rumahnya kemudian Rio langsung memeluk Akhsan dan menangis
“san aku tau bahwa selama ini yang aku perbuat itu salah kapadamu aku sungguh menyesali semua perbuatanku”kata Rio
‘’udah lah yang lalu biarlah berlalu setiap kesalahan pasti ada hikmahnya kita bias mengambil dari sisi positive tersebut untuk tidak mengulanginya lagi,betaubatlah kapada allah atas semua yang kamu lakukan Rio jawab Akhsan
” trima kasih san kamu san akankah kamu mau memaafkan ku? Jika tidak ya taka pa aku pantas menerimanya,Jawab Rio
“allah saja mengampuni hambanya yang berbuat slah sebesar apaun masa kita sebagai manusia tidak? Jawab Akhsan,
kemudian Rio langsung bertaubat kpada allah Rio yang tadinya tidak pernah ber ibadah jadi rajin ber ibadah meraka akhirnya menjadi sahabat kembali.
Download dokumen asli : HIDAYAH

Hamtaro_id

Hamtaro_id

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.