Sang Playboy
Karya : Adhim Fattah Maulana (Admin)
Permen karet. Apa itu permen karet? permen karet adalah makanan jenis permen yang lentur jika dimakan pertama rasanya manis jika sudah lama dimakan rasanya pahit, sama halnya dengan cinta, cinta itu pada saat pertama kali bertemu pasti rasanya manis karena
manusia diciptakan oleh sang pencipta mempunyai perasaan dan perasaan itu muncul ketika seseorang melihat hal yang disukainya atau di bencinya, ketika rasa itu hilang datanglah rasa bosan dan membuat hal yang kita anggap dulu manis kini menjadi pahit. Aku duduk dibangku kelas 8 SMP, namaku adalah Davin Pratama, dan aku mempunyai 3 sahabat namanya Rian, Domi, Galang. Mereka adalah teman dekatku sejak dulu.
manusia diciptakan oleh sang pencipta mempunyai perasaan dan perasaan itu muncul ketika seseorang melihat hal yang disukainya atau di bencinya, ketika rasa itu hilang datanglah rasa bosan dan membuat hal yang kita anggap dulu manis kini menjadi pahit. Aku duduk dibangku kelas 8 SMP, namaku adalah Davin Pratama, dan aku mempunyai 3 sahabat namanya Rian, Domi, Galang. Mereka adalah teman dekatku sejak dulu.
Rian adalah cowo yang pendiam, dia hidup dikeluarga yang bisa dibilang kaya, uang saku yang di berikan oleh orang tua dia simpan untuk membeli hal yang lain, karena orang pendiam lebih banyak bekerja daripada banyak omong, mementingkan pikiran daripada perutnya sendiri, cara berpikirnya juga berbeda dengan orang yang suka banyak omong Rian selalu berpikir secara logis dan sistematis. Dia bisa juga disebut sang jenius dikelas ku, karena dia selalu mendapat nilai ulangan diatas kami semua.
Sementara itu, sifat Domi berbanding terbalik dengan Rian. Domi adalah orang yang hiperaktiv, dia orang yang tidak bisa tenang, apapun yang dilihatnya pasti dibicarakan, cerewet layaknya cewek.
Nah, teman yang satu ini beda dari yang lain, dia namanya Galang dia adalah penggila wanita, pacarnya banyak biasa orang jaman sekarang memanggil sebutan itu dengan kata “Playboy”. Orang playboy biasanya memiliki pemikiran yang luar biasa, karena setiap smsan ataupun bertelepone pasti memakai jurus andalan yaitu memakai kata-kata romantis, kata-kata gombal yang pastinya bikin hati cewe itu terbang ke langit ke tujuh.
Pada saat hari senin waktunya upacara dimulai, kami berempat mengambil perlengkapan untuk melakukan kegiatan upacara. Aku, Rian, dan Domi pergi ke lapangan upacara terlebih dahulu. Saat sedang berlari menuju ke lapangan karena terburu-buru Galang tidak melihat ada cewek yang berlari juga, karena takut terlambat mengikuti upacara cewek itu berlari juga menuju ke kelasnya.
“kamu tidak apa-apa?” Tanya Galang. (sambil menyurkan tangan untuk menolongnya)
“iya nga apa-apa kok.”Jawab Miia. (sambil berdiri memegang tangan Galang)
“syukurlah kalau nga kenapa-napa, nama kamu siapa?” Jawab Galang (dengan tersenyum)
“namaku Miia, nama kamu siapa?”
“namaku Galang, ohh ya Miia maaf banget ya udah nabrak kamu. .?
“iya nga apa-apa, aku juga minta maaf yaa Galang, aku buru-buru masuk kelas jadinya aku berlari, takut terlambat ikut upacara.” (muka cemas karena takut terlambat)
“iya udah, ayoo aku anterin kamu ke kelas kamu, nanti berangkat bareng ke lapangannya, gimna?”. Tanya Galang.
“emmm, gimana yaa? Iya udah ayoo”. Jawab Miia. (tersenyum manis)
“Miia kamu di kelas apa si?”. Tanya Galang. (dengan muka bingung)
“aku di kelas sebelah kelas kamu tau Lang”. Jawab Miia.
“apa iya si, kok aku nga pernah liat kamu ya?” Tanya Galang.
“aku seringnya duduk dikelas jarang keluar, aku palingan keluarnya kalau beli makanan doang, hehehe.” Jawab Miia (tersenyum dan tertawa kecil)
“ohh gitu yaa, pantesan aku nga pernah atau jarang liat kamu.” Jawab Galang.
“ayoo cepetan pergi ke lapangan upacara Lang, kita lanjutkan bicara nanti lagi sehabis upacara.” Tanya Miia
“iyaa okee Miia.” Jawab Galang.
Hati Galang merasa senang bisa bertabrakan dengan orang yang cantik, anggun, dan pastinya dia orangnya baik.
Sesampainya dilapangn upacara belum juga dimulai, alangkah bersyukurnya Galang karena upacaranya belum dimulai dia pun langsung menuju ke barisan kelasnya.
“dari mana aja kamu Lang, dari tadi ditungguin nga dateng-dateng?.” Tanya aku, Domi, dan, Rian.
“biasa ada urusan mendadak kawan.” Jawab Galang (dengan muka aneh)
“pasti ketemu cewek yaa Lang?” Tanya Domi
“iyaa nih pasti ketemu sama cewe jadinya lama?” Tanya aku
“tau aja kamu Dom, hahahaa...” Jawab Galang (terwata terbahak-bahak)
Upacara dimulai, waktu dipertengahan jalannya upacara ada seorang cewek disebelah kelas ku yang pingsan, karena pada waktu upacara dimulai cuaca yang sangat panas ditambah lagi amanat yang diberikan kepada siswa-siswi dari pembina upacara yang lumayan cukup lama membuat kami merasa cape dan haus.
Pada saat itu juga temanku yang bernama Galang langung saja menolongnya tanpa basa basi dia bawa cewek pingsan itu ke UKS untuk diberi pengobatan lebih lanjut oleh petugas PMR.
Kami bertiga penasaran kenapa si Galang langsung menolongnya biasanya kan tidak begitu dia.
“wah, wah, kenapa itu yaa si Galang, tumben banget langsung nolong orang yang pingsan.” Tanyaku. (ngomong ke Domi dan Rian)
“iyaa, nga kaya biasanya, biasanya kan dia diam aja kalau ada yang pingsan, atau jangan-jangan Galang kenal lagi sama cewek yang pingsan tadi.” Jawab Domi.
(hanya mengangguk-angguk kepala). Tingkah Rian.
“oke, kita tanyain langsung aja ke orang yang bersangkutan yaitu Galang, nanti sehabis upacara ini selesai.” Ucapku.
Upacara telah usai semua murid kembali ke kelas masing-masing, pada saat di kelas kami menanyakan yang tadi kita bicarakan di lapangan upacara kepada Galang. Siapa cewek yang barusan ditolongnya.
“weyy Lang, tumben benget kamu nolong orang waktu upacara, biasanya kan kamu cuma diam saja?” Tanyaku kepadanya.
“aku menolongnya karena aku kenal dengannya, namanya Miia. Aku tadi lama waktu datang kelapangan karena bertemu dengannya. Dia yang tadi padi bertabrakan dengan aku, aku gugup ke lapangan upacara sedangkan dia juga gugup masuk kedalam kelas, gitu ceritanya Vin. Maka dari itu aku tadi menolongnya.” Jawab Galang (dengan nada cemas)
“oohh gitu toh ceritanya, aku sekarang sudah tau mengapa kamu menolongnya tadi Lang.” Jawabku.
Bel mulai kegiatan belajar berbunyi kami langsung masuk kedalam kelas untuk melakukan pembelajaran seperti biasanya. Pada waktu pulang sekolah Galang teringat dengan Miia yang pingsan tadi saat upacara, karena rasa khawatirnya muncul begitu saja Galang memutuskan untuk menjenguk Miia di UKS dan menawarkan untuk pulang bersamanya.
“Miia, kamu udah mendingan kan? Tadi kamu kenapa tiba-tiba pingsan?” Tanya Galang. (muka cemas melihat keadaan Miia)
“iya aku ngapapa kok Lang, tadi cuma pingsan biasa karena aku tadi pagi lupa sarapan, aku bangunya juga tadi kesiangan jadinya aku terburu-buru berangkat sekolahnya.” Jawab Miia kepada Galang. (tersenyum karena ada yang perhatian dengannya)
“lhoo kok gitu si, kalau berangkat sekolah harus makan dulu yaa Miia, biar kalau disekolahan nga pingsan lagi kaya tadi pagi.” Jawabku kepada Miia.
“iyaa dehh Lang nga aku ulangin lagi, makasih ya Lang udag mau memperhatiin aku sampai sejauh ini, padahal kita baru kenal tadi padi.” Kata Galang.
“naahhh gitu dong, iyaa sama-sama Miia.” Jawab Miia (tersenyum merasa senang karena sikap Galang kepadanya).
Mereka pulang secara bersama-sama Galang mengantarkannya pulang sampai ke rumah, dan waktu itu juga Galang meminta nomer hp nya Miia untuk komunikasi lebih lanjut lagi. Mereka berdua mungkin saling suka satu sama lain tetapi belum ada yang berani mengungkapkan perasaan mereka karena mereka belum tau sifat kepribadian satu sama lain.
Waktu Domi, dan Rian sedang di rumahku untuk mengerjakan tugas bersama tiba-tiba Galang sms kepada Domi. “kamu dimana Dom?” (isi sms yang dikirim Galang kepada Domi), “lagi dirumah Davin, kamu lagi dimana ditungguin dari tadi juga!” (balesan sms yang dikirim oleh Domi).
“sms dari siapa Dom?” Tanyaku
“ini sms dari Galang, nanyain lagi dimana, Vin?” Jawab Domi kepadaku (sambil memerlihatkan hpnya kepadaku)
Beberapa lama kemudian Galang datang juga ditempat kediamanku, kami sudah lama menunggu Galang sejak tadi pulang sekolah. Biasanya Galang tepat waktu tapi belakangan ini Galang sering telat. Kami mengira ada masalah yang datang kepada Galang mengapa dia sering telat. Karena saking penasarannya kami, kami pun melakukan introgasi kepadanya.
“Lang, kenapa belakangan ini kamu sering datang terlambat ada masalah apa sebenarnya?” Tanyaku, Domi, dan Rian.
“maaf kalau gitu, aku tadi nganterin Miia pulang kerumah dia kan tadi pagi pingsan waktu upacara.” Jawab Galang.
“atau jangan-jangan kamu suka sama dia Lang?” Tanya Dom. (dengan nada bercanda)
“emmmm, sebenernya iya aku memang suka kepanya waktu pertama bertemu hatiku berdabar kencang seakan mau copot jantung ini melihat senyumannya yang mempesona dihadapanku, sampai aku tak bisa berkata-kata melihatnya ketika bersenyum.” Kata Galang
“memang benar apa kata kamu tadi Dom saat upacara, ternyata Galang memang suka pada cewek tadi.” Kataku kepada Domi.
“ahahaaa. . benar kan Vin, apa kataku tadi. .” Domi menjawab.
“Lho...lho...lho... tunggu dulu, Lang kamu kan masih punya cewek, kenapa kamu suka sama Miia? Mau di kemanain cewemu yang sekarang?” Ujar Rian.
“iyaa si tapi si Miia benar-benar cantik lebih dari pacarku yang sekarang, mungkin Miia akan aku jadikan pacar ke-2 ku. . hehehee.” Kata Galang (Sambil tertawa terbahak-bahak)
Kami bertiga tidak menyangka bahwa teman kami yang bernama Galang adalah seorang Playboy.
Pada saat kita sedang mengerjakan tugas Galang mendapatkan sms dari si Miia, meraka terlihat akrab walaupun di sms karena terlihat jelas raut muka Galang ketika sedang smsan dengan Miia. Dengan rayuan maut yang dimiliki Galang untuk menaklukan cewek dia bisa membuat cewek seperti terbang keangkasa luar, karena itu dia bisa mendapatkan begitu banya cewek yang dia sukai termasuk Miia yang sedang dia incar untuk menjadi pacarnya.
Galang terus berusaha untuk mendapatkan hati Miia, dengan berbagai macam cara dengan jurus-jurus andalannya pada akhirnya dia meminta si Miia untuk bertemu dengannya.
Percakapan dalam sms :
Galang : “Miia, ntar malam ada waktu luang atau nga?”
Miia : “eemmm kayaknya nanti ada waktu luang deh, emangnya kenapa Lang?”
Galang : “aku mau ngomong sesuatu kepadamu? Penting?”
Miia : “ngomong apaan sih? Kayaknya serius amat? Hehehe”
Galang : “ada dehhh, pokoknya ntar malem kamu datang aja ke Taman Kota yaa, sekitar jam setengah 8 malam”
Miia : “ihh kamu bikin aku kepo Lang, iya deh ntar aku dateng jam setengah 8”
Jam 19.30 WIB Galang sudah berada di Taman kota dia sedang menunggu Miia yang katanya dia dateng jam 19.20 WIB. Galang orangnya penyabar jadi dia menunggu Miia sampe jam 20.30 WIB, beberapa saat kemudia Miia akhirnya datang juga. Miia langsung saja menghampiri Galang yang sedang duduk di bawah pohon.
Galang merasa senang karena Miia menepati janjinya, mereka saling ngobrol seakan hanya mereka berdualah yang ada disana, mereka ngobrol ini itu apa lah yang ada dipikiran mereka. Mereka saling mengerti satu sama lain membuat satu sama lain nyaman walaupun mereka berdua baru kenal beberapa hari, mereka bisa dibilang cocok karena mereka mengerti apa yang harus dilakukan setelah melakukan apa yang mereka kerjakan.
Ketika mereka bercanda ria, kemudian Galang menyambungkan ke topik yang serius mengenai apa yang adan dia katakan kepadanya tadi saat di sms.
“emmm Miia? Kamu kan masih single yaa?” Tanya Galang kepadanya.
“iyaa Lang emangnya kenapa?” Jawab Miia (agak terkejut mendengarnya baru pertama kali mendengar kata-kata seperti itu)
“aku suka sama kamu Miia, kamu mau nga jadi pacar aku Miia?” Kata Galang (dengan suara dingin)
“gimana yaa, aku si juga iya sebenernya suka sama kamu dari awal pertama kita bertemu.” Jawab Miia (pipinya memerah)
“kita kan saling suka satu sama lain, maka dari itu kita jalin hubungan pacaran aja.” Ucap Galang kepada Miia (mulai menggunakan jurus andalannya)
“iya udah deh aku terima cinta kamu kepadaku, aku mau jadi pacar kamu Lang” Jawab Miia (dengan tersenyum lebar serasa senang sekali)
“beneran Miia kamu mau jadi pacarku?” Ujar Galang
“iya beneran lah Lang, mau gimana lagi kita kan saling suka, iyaa kann. .hehe.” Jawab Miia.
Mereka berdua pada akhirnya berpacaran.
Hari mulai semakin larut dalam gelap, mereka berdua pulang kerumah dan Miia dantar oleh Galang sampai kedepan rumahnya. Alangkah romantisnya pada saat pertama kali pacaran.
Kemudian keesokan harinya mereka berangkat sekolah seperti biasa aku, Domi, dan Rian pergi kerumah Galang untuk pergi ke sekolahan bersama. Waktu sudah sampai disekolahan mereka berempat kumpul seperti biasa bicara ini itu, yang paling cerewet saat begini yaa sudah jelas pastinya si Domi.
Teng. . . teng. . . teng. . .
Bel sekolah telah dibunyikan waktunya semua siswa pulang, pada saat diperjalanan pulang Galang bertemu dengan pacar pertamanya dia ingin ketemuan dengannya nanti malam di kafe. Setelah sampai dirumah Galang mendapatkan sms dari Miia pacar keduanya, Miia juga ingin ketemuan dengan Galang nanti malam dikafe.
Malam sudah tiba, Galang pun pergi ke kafe seperti biasanya. Pacar pertama Galang telah sampai di lokasi dan mereka berdua pun makan malam disitu, beberapa lama kemudian Miia pacar keduanya datang ke kafe itu juga. Tanpa disadari Galang lupa dengan janjinya dengan Miia yang juga minta ketemuan sama dia dan lebih parahnya lagi ketemuannya lokasinya sama, Miia melihat Galang yang sedang duduk bersama pacar pertamanya. Miia tidak tau kalau Galang mempunyai pacar selain dirinya.
Mereka bertiga bertengkar
“ini siapa Lang? Mengapa cewe ini ada disini!” Tanya Miia (dengan nada marah)
“lhaa kamu yang siapa? Datang langsung marah-marah gitu!” Jawab pacar pertamanya Galang (dengan melototkan matanya kepada Miia)
“lhoo ! aku pacarnya Galang tau ! kamu siapanya Galang !” (menunjuk kearah pacar pertama Galang)
“jelasin semua ini Lang! Siapa cewek ini! Mengapa dia mengaku sebagai pacar kamu!” (sambil nangis menghadap ke Galang)
Aku, Domi, dan Rian tidak sengaja sedang disebelah kafe itu, aku mendengar ada yang bertengkar jadi aku hampiri mereka. Ternyata yang sedang bertengkar adalah temanku sendiri yaitu Galang. Aku langsung menghapirinya dan bertanya.
“ada apa ini Lang?” Tanyaku kepadanya (dengan kebingungan)
“ini koh Vin pacar pertama aku bertemu pacar keduaku, gimana ini?” (panik)
“aduh...duhh...duuhh.. parah kalau gini urusannya kamu si udah dibilangin sama si Rian nga mempedulikan apa katanya kemaren, kalau gini kan repot jadinya urusannya. Oke, kamu diam dulu ya Lang biar aku yang menelaskannya.”
Saat itu juga mereka sedang adu mulut siapa yang salah antara pacar pertama Galang atau Pacar keduanya Galang yang bernama Miia. Mereka terlihat sangat heboh, tetapi aku memberanikan diri untuk menenangkan keduanya. Ketika aku sudah berhasil membuat kedua belah pihak tenang kini saatnya aku memberitahu semuanya kepada mereka berdua.
“Miia, jadi gini, Galang itu sebenernya udah punya pacar sebelum dirimu, apa kamu nga pernah diceritain sama sekali sama Galang?” tanyaku.
“ohhhh!! Jadi gitu sifat asli kamu yaa Lang!! Aku baru tau ternyata kamu itu seorang Playboy, playboy yang nyia-nyiain perasaan aku, aku yang udah percaya, yang udah cinta sama kamu, ternyata cowo itu brengsek!.” Ucap Miaa. ( dengan nada marah kepada Galang )
Galang tidak bisa menjawab apa yang diucapkan oleh Miia, karena dia merasa bersalah dia terdiam saja tidak bisa mengucapkan satu katapun.
Miia menampar Galang karena dia telah diberi harapan palsu olehnya, dan Miia langsung pergi meninggalkan tempat kafe itu berada. Beberapa lama kemudian Galang mendapatkan sebuah telepon dari Miia, Galang kira Miia yang menelponnya namun saat diangkat suaranya bukan suara Miia, namun suara orang lain. Orang itu berkata bahwa Miia mengalami kecelakaan, dan orang itu juga sudah memberi tahu Galang kalau Miia sudah dibawa kerumah sakit Goeteng Purbalingga. Tanpa pikir panjang Galang langsung saja mengambil kontak motor dan pergi kerumah sakit tersebut, teman-temannya tidak tahu Galang akan pergi kemana secara tiba-tiba jadi mereka memutuskan untuk mengukutinya.
Sampailah dirumah sakit, Galang langsung masuk kedalam dan langsung menuju ke IGD, sesampai di IGD Miia sudah tidak ada di sana dia sudah dipindah di ruang Anggrek nomer 05.
Aku, Domi, dan Rian terkejut mengapa Galang tiba-tiba pergi kerumah sakit.
“ada apa yaa kok Galang tiba-tiba pergi kerumah sakit kaya gini?.” Tanyaku ke Domi dan Rian ( dengan penasarannya )
“ngga tau ini koh Vin, mungkin ada sesuatu yang terjadi.” Jawab Domi.
“iya tapi sesuatu apa, ada yang kecelakaan atau siapa yang sedang sakit?.” Ucapku ke Domi.
Diruang anggrek Galang sudah melihat Miia, akan tetapi Miia tidak mau bertemu dengannya dia bilang “jangan dekati aku lagi, aku lagi mau sendiri biar keluargaku aja yang nungguin aku disini, kamu pulang aja sana dan urus cewemu yang disana”. Galang tidak bisa menjawab perkataan Miia yang diucapkan kepadanya. Galang kemudian langsung pulang dan dalam perjalanan dia bertemu denganku, Domi, dan Rian. Galang menceritakan apa yang terjadi mengapa Galang pergi kerumah sakit.
Pada akhirnya, Galang kini hidup sendiri tanpa didampingi oleh pangangan karena semua cewe sudah mengetahui watak aslinya Galang yaitu seorang “Playboy”. Itu juga karena perbuatannya sendiri mengapa berbuat sedemikian rupa. Masih untung punya satu mau nambah lagi, karena kejadian ini Galang menjadi sadar apa yang telah dibuatnya. Dia merasa bersalah dia tidak akan mengulangi kesalahannya kembali.
Janganlah remehkan hal yang rendah karena hal yang rendah justru bisa membangkitkan atau mensukseskan di kemudia hari.
☺ Thanks for reading my cerpen ☺
Download dokumen asli : SANG PLAYBOY
No comments:
Post a Comment